bottom


Kebijakan Sekolah

1. Kebijakan Perilaku dan Disiplin Siswa

2. Kebijakan Tata Tertib Sekolah

3. Kebiajakan Market Day dan Uang Jajan

3. Kebijakan Kegiatan Siswa dan Estrakulikuler

4. Kebijakan Rutin Guru Kelas

5. Kebijakan Keterampilan Perilaku Dasar

6. Kebijakan Pengambilan Rapot

7. Kebijakan Pengembangan SDM Guru

8. Kebijakan Pengembangan SDM Karyawan

9. Kebijakan Makan

10. SOP Keamanan dilingkungan SDIT LHI

 

SOP KEAMANAN DI LINGKUNGAN SDIT LHI

Sdit lhi berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada semua warga sekolah. SDI LHI mengusahakan lingkungan yang aman bagi semua warga sekolah baik ketika jam belajar di sekolah maupun di luar sekolah. Secara umum ada 4 faktor yang perlu diperhatikan yang saling berinteraksi menyebabkan kerugian ataupun pengendali kerugian.

  1. Manusia (people)
  2. Mesin (equipment)
  3. Material
  4. Lingkungan (environment)

PROSEDUR pelaksanaan keamanan sekolah:

A.  KEAMANAN SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

  1. Jam pagi/ kedatangan siswa
    1. Security menempatkan diri di pertigaan menuju sekolah pk 06.45 untuk mengatur lalu lintas masuk jalan menuju sekolah dengan kelengkapan rompi keamanan, cone, peluit, memasang tanda mobil dilarang berhenti di depan gerbang barat dan memakai seragam lengkap
    2. Siswa masuk melalui 2 pintu yaitu pintu barat 2 (untuk sepeda motor) dan pintu selatan untuk mobil
    3. Guru piket menempatkan diri di pintu barat dan selatan pk. 06.40 untuk menyambut siswa dan mengarahkan kendaraan roda 2 untuk masuk lapangan barat dan mobil ke parker selatan. Mobil tidak diperkenankan berhenti di depan gerbang barat. Jika terjadi penurunan siswa di gerbang barat oleh mobil orang tua maka diarahkan untuk ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan di jalan menuju arah perumahan wirokerten dan SMP Muh 7
    4. Siwa tidak diperkenankan masuk kelas namun bermain di luar kelas di lingkungan sekolah
    5. Pukul 07.00 gerbang barat dan selatan ditutup, semua guru karyawan dan siswa dipusatkan di diningroom dengn pengawasan minimal 1 guru untuk menunggu jam 7.30 sambil murojaah
    6. Siswa masuk kelas dengan tertib tanpa mendorong teman yang lain
    7. Pk.07.30 siswa dan guru karyawan yang terlambat masuk ke sekolah sedangkan gerbang terbuka satu pintu hanya di depan pos satpam
    8. Jam selama pembelajaran
      1. Siswa mengikuti morning motivation, duha, dan aktivitas pembelajaran dibawah pengawasan dan tanggung jawab wali kelas. Adapun ketika ada aktivitas kelas yang keluar semisal wudhu berjamaah, perpindahan jam pelajaran outdoor ke indoor harus dalam pengawasan guru yang saat itu menjadi pengajar
      2. Waktu istirahat, siswa bermain di luar kelas di 3 arena bermain sekolah yaitu di lapangan bola, koridor tengah, dan lapangan barat. Suppervisor sekolah bertanggung jawab terhadap aktivitas siswa selam istirahat (lih. Jobdes supervisor)
      3. Selama istirahat pembelajaran berlangsung hanya ada stu pintu terbuka yaitu gerbang barat (1) di dekat pos satpam, gerbang selatan di buka ketika istirahat. Ketika jam duhur masyarakat pintu utara masjid di buka sehingga security 2 stanby di sekitar masjid sampai akhir pembelajaran.
      4. Jam penjemputan 14.00-16.30 security 1 standby di selatan untuk memanggil siswa yang sudah di jemput dan memperhatikan aktivitas siswa sedangkan security 2 berada di area utara untuk pengamanan, dan memantau aktivitas siswa yang berada di utara
      5. Jam pulang
        1. Setelah pk. 15.30, guru piket memantau aktivitas siswa termasuk ekstra kurikuler (lih. Jobdes guru piket sore)
        2. Pk. 16.30 guru piket dan security 1 mengkondisikan siswa berada di dalam lapangan sepak bola untuk menunggu penjemputan. Pintu utara batas sekolah dan barat  ditutup sehingga hanya ada satu pintu akses yaitu pintu selatan.
        3. Overtime berlaku ketika penjemput diatas pk 16.50 (lih. Kebijakan overtime)
        4. Ketentuan terkait sikap dan prilaku warga sekolah di masing-masing area diatur dalam kebijakan “school rules.
        5. Selama jam kerja orang luar tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah kecuali atas izin dari pihak sekolah. Semua tamu melapor ke satpam sekolah, kemudian diantarkan kepada front office. Jika tamu diperkenankan keliling sekolah maka tamu menggunakan kartu pengunjung / visitor yang diberikan oleh FO.
        6. Semua guru dan karyawan mempunyai tanggungjawab atas keamanan siswa, terlepas menjadi supervisor ataupun tidak. Ketika bertugas menjadi supervisor, guru dan karyawan melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Siswa melakukan aktivitas di sekolah secara tertib tanpa mendorong satu dengan yang lain.Ketika ke kamar kecil siswa pergi secara bergantian, naksimal 2 orang.  Apabila melihat aktivitas uang membahayakan, guru dan karyawan berkewajiban mengingatkan sampai siswa melakukan aktivitas dengan aman.

 

 

 

B.  KEAMANAN SISWA DARI CUACA

  1. Ketika musim kemarau, penyiraman halaman sekolah dilakukan sesering mungkin minimal di pagi hari, dan menjelang istiraht ke 2. Siswa menggunakan masker ketika bermain di luar jika diperlukan.
  2. Ketika musim penghujan, sekolah mengusahakan lantai agar tidak licin dengan memberikan karpet/ keset anti licin di lorong menuju ke kelas. Di depan pintu kelas dan pintu kantor diusahakan 2 keset untuk basah dan anti licin, serta keset kain untuk mengeringkan kaki. Sekolah menyediakan satu payung hujan di setiap kelas. Siswa tidak berlari atau bermain yang rawan menimbulkan konflik seperti dorong-dorongan, atau perang-perangan. Arus lalu lintas pagi untuk “Out” semua memakai jalur kiri jalan terus untuk menghindari kemacetan berlebih ketika hari hujan.
  3. Jika kondisi cuaca ekstrim seperti abu vulkanik, atau asap, maka sekolah diliburkan atau melihat situasi dan kondsi

C.  KEAMANAN SISWA DARI ALAT DAN BAHAN KIMIA

  1. Siswa tidak diperbolehkan bermain menggunakan benda-benda yang bisa membahayakan siswa maupun orang lain seperti tongkat,batang /ranting pohon, besi, dan benda tajam
  2. Sarpras sekolah memperhatikan safety dengan meminimalisasi sudut/ melapisi sudut dengan benda lunak (finel).
  3. Alat untuk berkebun atau pertukangan disimpan digudang dan dikunci setelah pemakaian selesai sehingga tidak terjangkau oleh siswa
  4. Bahan-bahan kimia termasuk cat dan tiner ada tempat khusus untuk menyimpan dan dijauhkan dari jangkauan siswa. Siswa tidak diperkenankan untuk mengambil dan mengembalikan sendiri bahan kimia.
  5. Apabila siswa terpaksa menggunakan gunting, pisau atau benda tajam yang lain maka harus ada pendataan dan pantauan penggunaan oleh guru masing-masing
  6. Siswa tidak diperbolehkan melakukan tindakan-tindakan eksterim yang mimicu terjadinya kecelakaan seperti berlari di lorong ataupun ditangga, memanjat pagar dan trails dan sejenisnya atupun melakukan aksi perang-perangan fisik. Siswa wajib menggunakan sepatu dan berganti kaos apabila bermain bola dilapangan.
  7. Apabila terjadi gempa/ kebakaran, siswa dievakuasi di zona aman yang ada di sekolah. Sekolah melakukan latihan penanggulangan bencana minimal 1 tahun sekali.

 

D.  KEAMANAN SISWA KETIKA OUTING DAN AKTIVITAS DI LUAR SEKOLAH

  1. Pihak sekolah melakukan survey tempat sebelum ada field study dan mengisi lembar observasi lokasi kegiatan (lih. Juknis observasi)
  2. Rasio pemandu dan siswa adalah sebagai berikut: Kelas atas 1:10, kelas bawah 1:8
  3. Pemandu menyediakan kotak P3K setiap outing
  4. Siswa memakai pakaian yang mudah dikenal dan menjadi ciri khas sekolah semisal seragam sekolah atau vest dengan warna yang mencolok
  5. Ketika naik turun kendaraan posisi pintu angkutan/ Bus untuk keluar masuk siswa tidak menghadap ke jalan tetapi menghadap ke sisi pinggir jalan. Di dalam Bus minimal terdapat 2 orang dewasa membersamai para siswa. Siswa dipastikan duduk selama perjalanan dan turun dari kendaraan ketika kendaran sudah benar-benar berhenti. Pemandu mengabsen/menghitung jumlah siswa yang naik dan yang turun kendaraan, memastikan siswa tidak ada yang tertinggal.
  6.  Pemandu memastikan setiap anak berada dalam pengawasan dan dalam zona aman termasuk ketika siswa harus menyeberang jalan. Apabila pemandu harus meninggalkan siswa untuk sementara maka ada pemandu yang lain yang diminta membantu mengawasi para siswa.

E.  KETIKA TERJADI KECELAKAAN

  1. Ketika terjadi kecelakaan baik di lingkngan sekolah maupun di luar sekolah maka petugas UKS yang piket melakukan aksi P3K kemudian mencatata kejadian kecelakaan penyebab, kronologi kejadian  dan upaya yang dilakukan sekolah di buku laporan kecelakaan yang berada di UKS. Apa bila petugas tidak yakin atau terjadi kondisi yang serius, maka petugas membawa RS terdekat (PKU MUh Kotagede) untuk dilakukan pemeriksaan berlanjut. Petugas menghubungi orang tua dan menginformasikan bahwa ananda sedang dilakukan tindakan P3K di RS tersebut dan melaporkan kejadian termasuk upaya yang sudah dilakukan sekolah. Tindakan lanjutan oleh sekolah berupa homevisit oleh wali kelas.
  2. Biaya untuk P3K di rumah sakit ditanggung oleh sekolah.  

F.  KETIKA TERJADI INCIDENT

  1. Apabila terjadi insiden baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah yang berupa kekerasan mental ataupun kekerasan fisik, maka pemandu, guru, atau supervisor yang bertanggung jawab mencatat pada buku laporan peristiwa (Incident Report).
  2. Guru, pemandu, atau supervisor melakukan aksi cepat tanggap sesuai insiden yang terjadi bisa berupa nasihat, mempertemukan antara siswa yang terlibat, atau memberikan “time Out” berupa berdiri disamping lapangan selama beberapa menit dan catatan peringatan kartu hijau, kunin, atau merah yang kemudian akan dilanjutkan informasi tersebut kepada wali kelas. Wali kelas akan melanjutkan dan memfollowup insiden yang terjadi dengan mempertemukan semua siswa yang terlibat untuk diselesaikan masalahnya atau jika perlu diteruskan dalam aktivitas class meeting. Pelaporan dilakukan tidak lebih dalam 24 jam.
  3. Jika terjadi insiden, wali kelas akan menyampaikan informasi kepada orang tua yang terkait dengan catatan informasi kepada orang tua tentang insiden yang terjadi dan melaoporkan usaha yang dilakukan sekolah untuk menyelesaikan masalah insiden tersebut sehingga orang tua tahu apakah masalahnya sudah terselesaikan atau belum dan upaya apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah terkait masalah insiden tersebut. Catatan bisa dalam bentuk buku catatan khusus untuk siswa atau buku komunikas sehingga ada record bahwa masalah juga telah tersampaikan kepada orang tua.

JOBDES PIKET PAGI

  1. Datang ke sekolah dan melaksanakan piket pk. 06.40-07.05
  2. Menyambut dan mendoakan dengan penuh semangat
  3. Mengapresiasi kerapian dan menyemangati siswa yang belum  rapi
  4. Mengarahkan kendaraan mobil yang yang berhenti di depan lapangan barat ke a rah parkir mobil di selatan
  5. Memastikan siswa dalam keadaan aman ketika bermain di lapangan barat, koridor tengah, maupun lapangan sepakbola (petugas piket pagi di barat, tengah, dan selatan)
  6. Mengarahkan yang datang terlambat lewat pintu selatan, dan menemani sambil melakukan murojaah bersama siswa/guru yang terlambat
  7. Melaporkan siswa yang terlambat dalam buku catatan yang tersedia
  8. Mengisi presensi piket
  9. Jika berhalangan, guru piket berkewajiban mencari pengganti

JOBDES PIKET SORE

  1. Jam kerja        : 15.00-17.00
  2. Guru menggunakan kelengkapan supervisor termasuk rompi, catatan dan P3K
  3. Mengingatkan siswa untuk sholat
  4. Mengontrol dan memastikan ekstra berjalan sesuai dengan jadwal
  5. Memastikan anak berada di lingkungan sekolah
  6. Pos di lapangan (membersamai siswa di lapangan)
  7. Kontrol, keliling sekolah:
    1. 15.30 ( mengecek dan memastikan berjalannya eskul)
    2. 16.00 (mencek dan memantau siswa di sekitar lingkungan sekolah)
    3. 16.30 (mengingatkan pengampu ekskul untuk mengakhiri kegiatan ekskul)
    4. 16.30 ( memastikan siswa yang belum dijemput berada di sekitar lapangan sepakbola)
    5. Ikut membantu dan menangani kejadian luar biasa , dan mencatatnya dalam incident report
    6. Mencentang presensi piket

10. Menulis jurnal piket (kejadian, masukan terkait dengan safety maupun kenyamanan)

 

KETENTUAN DAN JOBDES SUPERVISOR

Supervisor adalah guru yang bertugas untuk memastikan siswa melakukan segala sesuatu dengan aman selama jam-jam tertentu. Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Hanya staf terlatih yang boleh diberi tugas dan tanggungjawab tehadap supervisi siswa. Siswa tidak boleh diminta untuk mengawasi siswa lain dengan alasan tidak adanya seorang guru.
  2. Agar siap untuk menangani keadaan darurat dan menjamin keamanan keseluruhan sekolah, kadiv kesiswaan dan kerumahtanggaan sebagai penanggung jawab pengawasan supervisor tidak berada di jadwal supervisi resmi sekolah tetapi bertangungjawab untuk memastikan supervisi berjalan dengan baik dalam setiap harinya.
  3. Waktu pengawasan tidak boleh menganggu kewajiban utama yang harusnya dilaksanakan. Sebagai contoh, guru asisten yang bertugas mengawasi anak berkubutuhan khusus tidak boleh diberi tugas pengawasan jika hal tersebut akan mengganggu tugas utama mereka dalam menangani anak berkebutuhan khusus.
  4. Dalam satu area supervisi dan satu jarak pandang minimal ada satu supervisor untuk mengawasi. Rasio antara supervisor dan siswa adalah 1:50-100 siswa.
  5. Supervisor sekolah dasar harus melakukan pengawasan yang berkesinambungan dan pengamatan secara langsung terhadap siswa yang mereka awasi
  6. Sementara siswa sedang makan, setiap ruang tertutup harus diawasi secara terpisah
  7. Supervisor wajib membawa dan memakai perlengkapan supervisor yang sudah disediakan.
  8. Supervisor menangani langsung insiden yang terjadi baik mental maupun fisik dan memberi nasehat. Supervisor berhak memberikan “time out” kepada siswa jika siswa tidak mau diajak kerjasama dan memberikan catatan kartu hijau (apresiasi), kuning (peringatan) dan merah (pelanggaran berat). Supervisor juga mensterilkan siswa dari orang asing dan benda-benda yang berbahaya.
  9. Supervisor merekap kedalam buku “incident report” ketika supervisi berakhir dan meneruskan catatan kepada wali kelas yang bersangkutan dan kepada kepala sekolah  berupa laporan apabila waktu itu terjadi insiden.

     10. Jam tanggung jawab supervisor: 09.10-09.45 ketika istirahat 1 dan 11.30-13.00 ketika istirahat 2

  Jadwal supervisor:

HARI

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Lapangan barat

Sigit

Akhid

Fely

Susi

Desi

Lapangan bola

Apri

Meta

Budi

Apri

Meta

Koridor tengah

Unik

Sofyan

Dewi

Rima

Sofyan

Diningroom

Nisa

Leli

Intan

Hendra

Dino

 

Notes: Wali kelas tidak dilibatkan dalam penjadwalan resmi supervisor sekolah namun tetap bertanggung jawab atas keselamatan siswa ketika jam-jam di luar  piket pagi sore dan istirahat. Antara lain: ketika peralihan jam dan mapel, ketika wudlu dan sholat, ketika jam berakhir sebelum sholat ashar.



bottom